Mengenal Perawatan Dasar Spooring Balancing pada Mobil
Mengenal Perawatan Dasar Spooring Balancing pada Mobil

Mengenal Perawatan Dasar Spooring Balancing pada Mobil

22 March 2021
0 Comments

Spooring balancing merupakan istilah umum yang perlu Anda ketahui sebagai pemilik mobil. Istilah tersebut sebenarnya terdiri dua kata yang terpisah, yakni spooring dan balancing. Adapun keduanya merupakan bagian dari servis rutin yang harus Anda lakukan untuk menjaga kenyamanan dan keamanan saat menggunakan mobil.

Spooring dan balancing pada dasarnya merupakan satu kesatuan yang saling mendukung antara satu dengan lainnya. Sepintas keduanya memang terlihat sama, yakni sama-sama ‘mengembalikan kondisi mobil ke kondisi keseimbangan idealnya’. Kendati begitu, apabila Anda melihat lebih jauh tujuan dari masing-masing perawatan dan proses pengerjaannya, maka Anda akan menemukan perbedaan yang sangat signifikan antara spooring dan balancing.

Baca juga: Kenali Fungsi, Cara Kerja, dan Jenis Power Steering pada Mobil

Pentingnya Spooring Balancing


Ban merupakan komponen mobil yang mempunyai peranan sangat vital. Karet bundar tersebut adalah satu-satunya bagian dari mobil yang bersentuhan langsung dengan jalanan, baik medan aspal, tanah, dan sebagainya. Roda juga berperan penting dalam melakukan peredaman dan arah gerak kendaraan. Kestabilan berkendara pun sangat berkaitan dengan setelan dan kondisi elemen kendaraan yang satu ini.

Maka dari itu, merawat ban dan kaki-kaki secara berkala adalah hal yang perlu Anda lakukan guna meminimalkan berbagai risiko yang tak cuma mengganggu kenyamanan, tetapi juga mengancam keamanan—terutama jika Anda suka mengemudi dalam kecepatan tinggi. Adapun contoh basic service yang dapat Anda berikan untuk ban mobil adalah spooring dan balancing. 

Baca juga: Memilih Ban Mobil Terbaik yang Sesuai dengan Kebutuhan

Perbedaan Spooring dan Balancing


Keseimbangan roda akan selalu berubah seiring dengan gaya sentrifugal yang dihasilkan dari gaya tarik dan gaya putar. Tak cuma itu, kondisi suspensi dan kontur jalan yang berbeda-beda juga menjadi faktor utama dalam perubahan keseimbangan yang terjadi pada roda. 

Hal tersebut menjadi alasan pentingnya Anda melakukan servis spooring dan balancing. Dengan demikian, kestabilan mobil tetap terjaga di samping turut meningkatnya pula efisiensi dan maksimalnya radius putar.

1. Spooring

Spooring merupakan tindakan untuk meluruskan atau menyesuaikan kembali kedudukan empat roda mobil sesuai dengan standar pabrikan. Anda memerlukan spooring saat mobil (khususnya bagian setir) tidak lagi lurus saat dikemudikan dan ban habis dalam kondisi yang tidak rata. 

Selain itu, ciri utama lain yang menandakan Anda perlu segera melakukan tindakan spooring adalah adanya reaksi setir seperti belok sendiri saat Anda sedang mengendarainya. Mobil juga akan seperti bergerak ke arah tertentu lainnya kendati laju mobil lurus ke depan. Selain itu, ‘gundulnya’ permukaan ban yang terjadi hanya di salah satu sisi juga menandakan Anda butuh segera melakukan servis spooring.

2. Balancing

Balancing merupakan tindakan untuk memperlancar putaran roda dengan cara menyamakan berat di seluruh roda. Anda memerlukan balancing saat bagian setir mobil terasa bergetar, baik pada kecepatan sedang maupun kecepatan tinggi.

Mobil yang terus terasa bergoyang-goyang saat Anda melaju di jalan lurus juga menjadi indikasi bahwa Anda perlu segera melakukan balancing. Anda akan mengalami ini bahkan di luar kondisi steering rack atau kaki-kaki mobil masih bagus.

Kapan Anda Perlu Melakukan Spooring dan Balancing?


Perawatan spooring balancing idealnya dilakukan setiap mobil telah mencapai jarak per 15.000 km. Jika berdasarkan jangka waktu, maka Anda sebaiknya melakukan spooring dan balancing setiap empat bulan sekali—atau enam bulan selambat-lambatnya. 

Di samping itu, Anda juga bisa saja memerlukan perawatan spooring dan balancing lebih cepat saat mobil menunjukkan beberapa tanda sebagai berikut.

  • Setir yang dibelokkan tidak mau kembali berputar pada posisi semula ketika dilepaskan.
  • Terdapat roda yang miring saat diparkir dalam kondisi lurus dan di permukaan yang lurus pula sekalipun.
  • Adanya pergeseran atau tidak presisinya ban belakang mobil.
  • Ban bagian belakang tidak lurus sejajar dengan ban bagian depan.
  • Mobil selalu bergerak ke arah tertentu atau seperti berbelok sendiri kendati sedang melaju lurus ke depan.
  • Setir yang mengalami getaran ketika mencapai kecepatan tertentu.

Cara Melakukan Spooring dan Balancing


Apabila ingin memastikan apakah mobil Anda perlu dilakukan spooring, maka cobalah melaju dengan kecepatan rendah. Mobil yang butuh mendapat servis spooring biasanya akan menunjukkan setir yang belok sendiri ke kanan atau ke kiri pada kisaran kecepatan 40 hingga 50 km per jam. Selain itu, jika mengalami beberapa tanda yang disebutkan sebelumnya, maka jangan tunda lebih lama untuk ke bengkel dan memperbaikinya.

Sementara itu apabila ingin memastikan apakah mobil Anda perlu dilakukan balancing, maka cobalah berkendara dengan kecepatan tinggi. Anda mungkin akan mengalami getaran yang terasa hingga ke kabin ketika telah mencapai 100 km per jam. Di samping hal tersebut, jika Anda mengalami pula beberapa tanda perlu spooring lainnya, segera lakukan perbaikan untuk meminimalkan risiko lebih jauh.

Proses Spooring dan Balancing

Saat Anda membawa mobil ke bengkel untuk melakukan servis khusus spooring dan balancing, montir tetap akan memeriksanya terlebih dahulu. Hal ini merupakan prosedur awal untuk mengetahui apakah spooring dan balancing yang dimaksudkan merupakan bagian dari servis rutin atau memang ada keluhan spesifik.

Montir akan melakukan dua pemeriksaan awal, yakni pada bagian kaki-kaki mobil dan tekanan ban. Apabila dua hal tersebut terpenuhi sesuai standar mobil Anda, maka barulah proses spooring dan balancing akan dilakukan. 

Mobil akan diparkir secara lurus dan kemudian diangkat menggunakan lift. Montir lantas memasang alat untuk spooring pada kaki-kaki ban. Setelah alat terpasang, montir melakukan run out compensation untuk mengecek apakah ada alat yang terpasang pada roda sudah pas.

Proses selanjutnya adalah cek caster. Caster merupakan kemiringan sumbu putar kemudi terhadap garis vertikal jika dilihat dari samping mobil. Apabila kemiringan roda mengarah ke belakang, maka disebut dengan caster positif. Sebaliknya apabila kemiringan roda ke depan, maka disebut caster negatif. Montir kemudian melakukan penyetelan roda dan melakukan perbandingan antara sebelum dan sesudah pengaturan ulang. Apabila telah sesuai, maka akan dilakukan testing untuk benar-benar memastikan kondisi roda sudah pas.

Selain caster, ada dua parameter pengukuran lainnya yang baku digunakan, yakni camber dan toe. 

Caster merupakan kemiringan roda terhadap garis vertikal yang dilihat dari depan.

  • Camber positif apabila posisi rodan yang dilihat dari depan cenderung ke arah luar. Bagian roda dalam menjauhi peredam kejut dan tingkat keausan roda akan terjadi di sisi luar. 
  • Camber negatif apabila roda bagian atas mendekati shock sehingga setir jadi makin berat saat diputar di kecepatan rendah. Keausan roda terjadi di sisi dalam.
  • Camber zero apabila posisi roda nyaris tegak lurus dengan garis vertikal.

Sementara itu, toe adalah perbedaan jarak antara roda kiri dan kanan di bagian depan dengan belakang. Toe pada penggerak roda depan berfungsi dalam peningkatan daya pengereman serta mengoreksi posisi camber. Sementara itu, toe pada penggerak roda belakang berfungsi dalam penyelarasan roda belakang dan depan.

Spooring balancing pada mobil merupakan perawatan rutin yang perlu Anda lakukan untuk tetap menjaga kenyamanan dan keamanan saat berkendara. Adapun biaya perawatan ini berkisar dari kondisi mobil sendiri dengan rentang rerata mulai dari 200 hingga 800 ribuan rupiah.

Add a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2021. All rights reserved.