Kenali Pentingnya Tune Up Mobil, Berikut Proses Pengerjaannya
Kenali Pentingnya Tune Up Mobil, Berikut Proses Pengerjaannya

Kenali Pentingnya Tune Up Mobil, Berikut Proses Pengerjaannya

25 March 2021
0 Comments

Tune up pada mobil merupakan salah satu pemeliharaan (maintenance) yang perlu Anda lakukan secara berkala. Kegiatan yang satu ini juga sering disebut sebagai preventive maintenance alias pemeliharaan rutin. Dengan begitu, performa mobil tetap dapat terpelihara sehingga kenyamanan dan keamanan Anda selama berkendara pun tetap terjaga.

Baca juga: Mengenal Perawatan Dasar Spooring Balancing pada Mobil

Pengertian Tune Up


Salah satu konsekuensi yang perlu Anda perhatikan jauh sebelum membeli sebuah mobil adalah perawatan secara berkala. Hal tersebut juga berlaku bahkan jika Anda termasuk jarang menggunakan kendaraan yang satu ini.  Pasalnya selain jarak, usia komponen juga berpengaruh dalam menentukan kualitas dan kelayakan komponen untuk tetap dapat digunakan.

Contoh paling sederhana adalah pelumas mesin atau oli. Dalam kondisi mobil yang lebih banyak disimpan di garasi daripada digunakan, proses oksidasi pada ruang mesin dari uap air di sekitar mobil juga tetap terjadi. Jika Anda membiarkannya terlalu lama, maka air tersebut dapat bercampur dengan oli mesin sehingga merusak kandungan aditif pada oli. Kalau sudah begitu, fungsi utama pelumas untuk melindungi mesin tidak akan menjadi optimal. Di samping itu, risiko munculnya karat juga dapat terjadi.

Preventive maintenance adalah perawatan mobil dengan jadwal rutin dengan cara standarisasi komponen. Dengan demikian, sistem mobil kembali seperti sedia kala dan performa mobil pun tetap terjaga. Selain itu, maintenance ini juga dapat mencegah kerusakan sekaligus memeriksa apakah komponen-komponen pada mobil masih dalam kondisi baik untuk bekerja.

Pentingnya dan Fungsi Tune Up


Satu hal yang masih sering salah kaprah adalah bahwa jenis servis yang satu ini sama dengan servis biasa. Padahal, keduanya merupakan hal berbeda. Ketika Anda melakukan servis biasa, maka komponen pengecekan yang dilakukan hanya pada beberapa komponen tertentu seperti sistem injeksi, rem, fluida, dan filter udara. Sementara jika melakukan tune up, maka Anda akan melakukan pengecekan yang lebih detail mulai dari bagian mesin hingga sistem katup.

Adapun beberapa hal mendasar yang menjadi alasan pentingnya sekaligus fungsi dari maintenance berkala ini adalah sebagai berikut.

1. Menjaga Fungsi Saringan Udara

Mengecek kondisi dan fungsi filter alias saringan udara merupakan bagian mendasar saat melakukan perawatan ini. Saringan udara mobil yang buruk akan membuat suhu udara meningkat sehingga menurunkan performa mesin mobil. Anda bisa saja cukup dengan membersihkannya atau bahkan mengganti saringan udara baru jika diperlukan.

2. Mengoptimalkan Performa Mesin

Performa yang dimaksud dalam konteks tune up adalah performa dapur pacu mobil. Maka dari itu, proses ini tidak akan melibatkan pemindah daya, daya kelistrikan, atau bahkan chasis mobil.

3. Memperpanjang Usia Pakai Kendaraan

Terutama jika Anda tak gemar menggonta-ganti mobil, servis jenis ini harus rutin dilakukan. Kendaraan usia lama juga tetap dapat menghasilkan tenaga yang baik dan performa keseluruhan yang apik jika mendapat perawatan secara rutin.

4. Menghindari Kerusakan

Dalam banyak kasus, pengobatan membutuhkan biaya jauh lebih besar dibandingkan pencegahan. Hal serupa juga berlaku untuk kondisi mobil. Makin rutin Anda melakukan perawatan, semakin cepat pula Anda dapat menemukan kerusakan atau ketidaksesuaian standar pada berbagai komponen. Artinya, makin besar peluang Anda untuk meminimalkan risiko kerusakan pada mobil yang berpotensi pengeluaran biaya lebih besar.

Periode Pelaksanaan Tune Up


Lantas, seberapa sering Anda harus melakukan tune up?

Setiap mobil memiliki spesifikasi dan guideline tersendiri tentang seberapa sering atau kapan maintenance rutin harus dilakukan. Namun secara umum, waktu yang paling pas adalah saat mobil telah mencapai kilometer batas maksimal sekali servis (seperti 5.000 km setelah servis berkala). Anda pun bisa melakukannya secara bersamaan saat melakukan servis rutin biasa atau pertiga bulan sekali.

Di samping itu, periode waktunya juga boleh jadi lebih singkat karena adanya kondisi tertentu. Beberapa tanda mobil Anda sudah memerlukan preventive maintenance adalah seperti berikut.

  • Mesin mobil mengeluarkan suara kasar seperti menggerung saat baru dinyalakan hingga mobil dijalankan.
  • Starter mobil melemah ditandai dengan mesin yang sulit menyala.
  • Mobil bergetar (apalagi jika getaran sampai masuk ke dalam kabin). Hal ini dapat diatasi dengan spooring balancing maupun tune up jika ternyata penyebabnya lebih mendalam.

Cara Melakukan Tune Up


Ranah pekerjaan servis ini cukup luas. Maka dari itu, tidak semua pekerjaannya membutuhkan penanganan di bengkel. Ada beberapa bagian yang dapat Anda lakukan sendiri di rumah sehingga dapat menghemat pengeluaran. 

Proses tune up secara garis besar dapat dibedakan menjadi tiga sub pekerjaan. Sub Pekerjaan pertama adalah clean alias pembersihan bagian dalam mesin. Sub Pekerjaan kedua adalah replace, yakni penggantian komponen yang sudah tidak layak pakai karena mengganggu kenyamanan maupun keamanan. Sub Pekerjaan ketiga adalah lubricate untuk menjaga performa elemen terjaga dengan baik.

Sebagai gambaran, berikut adalah beberapa langkah saat melakukan tune up.

1. Pemeriksaan Saringan Bensin 

Saringan bensin yang kotor membuat suplai bensin terhambat dan terlambat sehingga mesin jadi tersendat-sendat. Anda bisa membersihkannya dengan menghembuskan udara dari arah luar ke arah dalam.

2. Pemeriksaan Saringan Udara

Saringan udara yang kotor menyebabkan terhambatnya aliran udara yang masuk ke arah karburator. Kalau sudah begitu, putaran mesin pun jadi tak stabil.

3. Pemeriksaan Tali Kipas

Tali kipas yang aus dan retak berpotensi mengakibatkan tali kipas putus mesin mengalami kenaikan temperatur. Tali kipas yang terlalu kencang maupun kendor harus disetel kembali sehingga kekerasannya pas. Sebagai gambaran, kekerasan tali kipas dengan tekanan kuat (10 kg) akan menyebabkan kelengkungan tali 7-11 mm.

4. Pemeriksaan Air Pendingin dan Tutup Radiator

Tambahkan air jika air kuantitas air pendingin pada tangki reservoir dan radiator kurang. Namun jika kondisi air kotor atau sangat keruh, maka Anda perlu menggantinya. Selain itu, periksa katup atau karet pada tutup radiator berikut kekuatan pegasnya. Apabila karet sudah keras dan retak serta pegasnya terlalu keras atau lemah, maka Anda perlu mengganti tutup radiator.

5. Pemeriksaan Accu

Apabila terminal dan klem pengikat accu kotor dan longgar, maka suplai arus akan berkurang. Anda dapat mengatasinya dengan cara mengamplas dan mengeraskan kembali klem pengikatnya. Selain itu, tambahkan air accu (bukan accu sur) apabila jumlahnya kurang dari standar.

Selain enam hal di atas, proses maintenance juga masih meliputi berbagai pekerjaan pemeriksaan komponen lainnya seperti pada platina, busi, kabel busi, rotor distribusi, oli, hingga centrifugal advancer dan vacuum advancer. Tentunya, tidak semua komponen harus diganti—apalagi di setiap servis. Apabila cukup dengan dibersihkan dan disetel ulang, maka Anda tak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli baru komponen tersebut.

Itulah beberapa informasi mendasar tentang tune up. Perawatan berkala ini penting untuk Anda lakukan agar mobil kesayangan selalu dalam kondisi prima. Anda dapat melakukannya secara mandiri maupun menyerahkannya pada pihak profesional. Adapun rerata harga untuk melakukan maintenance standarisasi ini adalah sekitar 300 hingga 500 ribu rupiah.

Add a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2021. All rights reserved.