Hal-Hal yang Wajib Dihindari agar Mobil Matic Tidak Cepat Rusak
Hal-Hal yang Wajib Dihindari agar Mobil Matic Tidak Cepat Rusak

Hal-Hal yang Wajib Dihindari agar Mobil Matic Tidak Cepat Rusak

19 April 2021
0 Comments

Walaupun baru populer beberapa tahun ke belakang, mobil matic ternyata sudah berusia lebih dari 100 tahun. Mobil dengan transmisi dua percepatan yang bisa pindah secara otomatis ini sudah diciptakan oleh Sturtevant bersaudara pada tahun 1904.

Karena punya cara kerja yang lebih sederhana, banyak orang yang memilih kendaraan roda empat bertransmisi otomatis ini. Tidak perlu repot ganti gigi, mobil jenis ini sangat cocok dikendarai di daerah perkotaan yang cenderung macet. Sayangnya, banyak orang yang tidak tahu kalau mobil ini bisa cepat rusak jika dikendarai dengan cara yang salah. 

Kelebihan dan Kekurangan Mobil Bertransmisi Otomatis


Sebelum mempertimbangkan membeli mobil matic, ada baiknya Anda mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannya. Beberapa kelebihan mobil transmisi otomatis antara lain adalah:

  • Karena lebih mudah dioperasikan, Anda akan lebih nyaman dan tidak gampang lelah saat mengendarainya
  • Bagi Anda yang baru belajar menyetir, transmisi otomatis lebih mudah digunakan dan tidak sulit dipelajari
  • Untuk masyarakat yang tinggal di kawasan perkotaan yang rawan macet, mobil ini lebih bisa diandalkan
  • Walaupun bekas, harga jual kembalinya masih cenderung tinggi.

Sedangkan kekurangan dari mobil bertransmisi otomatis antara lain:

  • Harga belinya masih mahal
  • Untuk dipakai menanjak, akselerasinya masih lemah dibanding mobil manual
  • Karena tidak dilengkapi engine brake, Anda harus ekstra hati-hati berkendara di jalanan menurun dan menggunakan rem
  • Bahan bakarnya boros
  • Harus dirawat ekstra dan oli transmisi harus diganti sesering mungkin demi menghindari kerusakan parah.

Kebiasaan-Kebiasaan Buruk yang Bisa Membuat Mobil Matic Cepat Rusak

Banyak orang yang memilih kendaraan matic karena dianggap lebih mudah dipelajari. Padahal agar mesinnya bisa awet, Anda juga harus membekali diri dengan pengetahuan yang cukup. Ada berbagai kesalahan-kesalahan berkendara dengan matic yang bisa membuatnya cepat rusak. Apa saja?

1. Penggunaan Gigi yang Tidak Sesuai Fungsi

Sebagai pengguna matic, Anda harus tahu fungsi setiap gigi. Menggunakan gigi yang tepat saat berkendara akan mencegah kendaraan dari kerusakan. Fungsi gigi-gigi itu antara lain adalah:

  • Gigi D (drive) digunakan pada posisi mengemudi
  • Gigi P (parking) digunakan pada saat akan memarkirkan mobil
  • Gigi N (neutral) dipakai ketika mobil akan dihidupkan atau saat sedang berhenti di lampu merah
  • Gigi R (rear) dipakai untuk memundurkan kendaraan
  • Gigi L (low) biasanya dipakai ketika Anda mengendarai mobil dengan gigi rendah. Umumnya dipakai ketika mobil akan menanjak atau melewati turunan.

Jika ingin mesin matic Anda tahan lama, pastikan Anda menggunakan gigi berdasarkan fungsi yang sudah ditentukan.

2. Terburu-buru Ketika Memindahkan Gigi

Salah satu kesalahan yang kerap dilakukan pengguna matic adalah tidak memindahkan gigi dengan posisi sempurna. Misalnya saja langsung berpindah dari posisi R ke D saat kendaraan belum berhenti total. Ini bisa membuat transmisinya bermasalah. Tidak hanya untuk posisi ini, perpindahan dari satu gigi ke gigi lain yang dilakukan terburu-buru dan tidak sempurna bisa menyebabkan matic Anda cepat rusak.

3. Melaju saat Belum Masuk Gigi D

Mobil wajib berada pada posisi D sebelum Anda menginjak gas untuk melajukannya. Kebiasaan menggeber kendaraan sebelum masuk ke gigi D adalah kebiasaan yang lumrah namun berbahaya untuk matic Anda. Pada dasarnya, tidak perlu menginjak gas ketika Anda menyalakan mesin. Pindahkan tuas terlebih dahulu sebelum Anda akan membawa mobil melaju.

4. Hindari Menggunakan Gigi D Saat Berhenti di Lampu Merah

Bagi pengendara kota besar, berhenti di lampu merah dan mengganti gigi mungkin akan jadi aktivitas yang membosankan. Tak heran jika banyak yang membiarkan tuas pada posisi D sembari menginjak rem karena merasa waktu berhentinya tidak lama. Padahal, kebiasaan ini bisa membuat umur transmisi berkurang drastis. Meskipun Anda hanya berhenti sebentar, pastikan tuas berada di posisi N saat berhenti.

5. Menggunakan Gigi P Saat Mobil Masih Berjalan

Tuas P yang ada pada kendaraan matic tidak sama fungsinya dengan rem. Hindari menggunakan gigi ini saat mobil belum sepenuhnya berhenti. Selain bisa memperpendek usia transmisi, ini bisa menyebabkan kerusakan serius.

Pastikan Anda menghindari kesalahan-kesalahan di atas saat mengendarai mobil bertransmisi otomatis. Dengan mengendarai mobil sesuai anjuran, umur pakai bisa lebih panjang dan Anda tidak perlu direpotkan dengan biaya perbaikan.

Tips Merawat Kendaraan Matic Agar Tidak Mudah Rusak


Sama seperti halnya tubuh kita, mobil juga memerlukan perawatan yang sesuai agar bisa tetap ‘sehat’. Sekali mesin mengalami kerusakan, biaya yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki mobil transmisi otomatis sangat mahal. Simak tips perawatannya berikut ini!

1. Panaskan Mesin Setiap Hari

Tidak hanya untuk matic, semua kendaraan bermotor sebenarnya harus dipanaskan sebelum digunakan. Memanaskan mesin tidak hanya membuat performanya tetap prima, tapi juga melancarkan sirkulasi oli agar tetap merata ke seluruh bagian mesin. Jangan lupa posisikan mobil ke gigi netral saat Anda memanaskannya. Nyalakan selama kurang lebih 3 menit tanpa menghidupkan pendingin.

2. Gunakan Gigi Sesuai Fungsi

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, menggunakan tuas gigi sesuai dengan fungsinya akan menjaga mesin tetap awet dan sehat.

3. Ganti Oli Transmisi Secara Berkala

Bagian paling penting dari sebuah kendaraan matic adalah sistem transmisinya. Namun, komponen ini jugalah yang cenderung rentan terhadap berbagai masalah. Karena itu, Anda perlu melakukan perawatan ekstra dengan mengganti olinya secara berkala.

Untuk mengetahui kapan harus ganti oli, Anda bisa memeriksa jarak tempuh mobil. Biasanya, ketika sudah sampai 25.000 km dan maksimal 50.000 km, oli harus diganti. Selain melihat jarak tempuh, kondisi oli transmisi juga bisa dipantau dengan memeriksa dipstick. Kalau volume saat dikendarai di jalan rata tetap ada pada garis normal, artinya oli belum perlu diganti.

Sebaliknya, kalau volume ada di garis bawah, kemungkinan ada masalah seperti kebocoran yang harus segera diatasi. Selain oli transmisi, jangan lupa juga mengganti oli mesin setiap 80.000 sampai 100.000 km penggunaan.

4. Lakukan Servis Tepat Waktu

Cara lain yang tidak kalah penting untuk menjaga mobil tetap dalam kondisi prima adalah dengan melakukan servis sesuai dengan panduan di buku petunjuk. Melakukan pemeriksaan secara berkala bisa menjadi cara untuk mencegah kerusakan parah.

5. Waspada Terhadap Banjir

Merawat mobil dengan baik akan jadi sia-sia jika Anda tidak waspada terhadap bahaya banjir yang mengintai. Ketika mesin terendam, segera berikan pertolongan pertama pada mobil. Mulai dengan mengeringkan komponen dan mengosongkan oli mesin, oli transmisi dan bahan bakar.

Merawat mobil matic pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan mobil manual. Dengan menggunakan langkah pencegahan dan melakukan perawatan seperti yang sudah disebutkan diatas, kerusakan yang parah bisa dicegah.

Add a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2021. All rights reserved.